Cara Bijak Menyikapi Orang Yang Salahgunakan Kepercayaanmu

Saat mengetahui kepercayaan yang kita berikan kepada orang lain justru di salah gunakan pastinya kita akan marah dan kecewa dengan orang tersebut. Karena, kita tidak mungkin memberikan kepercayaan kepada sembarangan orang.

Orang yang kita beri kepercayaan adalah orang pilihan yang seharusnya bisa menghargai kepercayaan dengan baik. Meski kesal, usahakan untuk tetap bijak sana dalam menyikapinya, ya.

Daripada kamu kesal berkepanjangan dan marah-marah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Siapa tahu dia hanya tidak sengaja kan.

Mengumpulkan Bukti-bukti Lalu Berikan

Memiliki lebih banyak bukti tentu saja lebih bagus. Dengan adanya bukti yang kuat, maka dia tidak akan bisa mengelak lagi dari apa yang sudah di lakukan. Tidak perlu marah bahkan bicara, kamu hanya perlu menyodorkan bukti-bukti yang sudah kamu kumpulkan ke dia dan lihat reaksinya.

Untuk mengumpulkan bukti yang cukup kamu juga harus bersabar. Meski sudah kesal mengetahui kepercayaanmu di salah gunakan, jangan langsung marah atau menuduhnya tapi tunggu sampai buktinya memadai.

Cocokkan Keterangannya Dengan Saksi Jika Tidak Ada Bukti Yang Memadai

Masalanya, mengumpulkan bukti-bukti dalam sebuah kasus terkadang sangat sulit. Semenara itu, kamu juga tidak mungkin membiarkan masalah ini terus berlanjut karena bisa jadi lebih parah lagi.

Bila sudah seperti ini, cari beberapa saksi yang bisa di percaya. Dengarkan kesaksian mereka lalu cocokan dengan keterangan terduga penyalah gunaan kepercayaanmu.

Sebaiknya kamu bertanya kepada mereka secara terpisah. Jika si terduga masih tidak mengakui perbuatannya, barulah kamu pertemukan mereka semua.

Tanya Alasan Mengapa Dia Berbuat Seperti Itu

Rasa kesal yang timbul biasanya membuat kamu tidak mau mender apa-apa lagi darinya. Tapi kalau kamu tidak mendengarnya, sikapmu dalam menanggapinya nanti juga tidak akan tepat.

Misalnya, rahasia yang seharusnya hanya kalian berdua yang tahu. Namun, secara tidak sengaja ia katakan sedikit rahasia itu kepada orang lain.

Dia yang sadar sudah keceplosan lalu menghentikan pembicaraanya. Apakah kamu masih mau menghukumnya setara dengan orang yang sengaja membocorkan rahasia itu?.

Menyikapi suatu masalah dengan buru-buru sama juga dengan kamu yang tidak tegas dalam menyikapi perbuatannya yang sudah di ulang-ulang. Jadi, ada baiknya kamu coba ikuti langkah-langkah di atas untuk lebih bijak dalam menyelesaikan masalahnya bila terjadi nanti.

You may also like